Perkembangan Ledakan Granat Yang Melukai Dua Orang TNI

by -3 views

Jagoberita – Ledakan terjadi di area Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Insiden ini melukai dua anggota TNI, Serka Fajar dan Praka Gunawan Yusuf.

Serka Fajar luka di tangan kiri dan jari lengan kanan sedangkan Praka Gunawan di paha. Keduanya sekarang masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Jakarta Pusat.

“2 Korban adalahanggota TNI,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono bareng Pangdam Jaya Mayjen Eko Margiyono saat melangsungkan konferensi pers di lokasi.

Irjen Gatot mengatakan, ledakan terjadi selama pukul 07.15 WIB. Hasil olah TKP dilaksanakan polisi ledakan berasal dari granat asap.

“Hasil olah TKP, ledakan diperkirakan granat asap yang meledak,” kata Gatot.

Sementara itu, Pangdam jaya Mayjen Eko Margiyono mengatakan, kedua korban ketika kejadian sedang berolahraga di dekat Tempat Kejadian Perkara (TKP). Keduanya adalahanggota Garnisun Tetap I/Jakarta atau (Gartap I/Jakarta), yang tempatnya berada di timur area Monas.

“Mereka anggota Makogratap yang kantornya terdapat di Medan Merdeka Timur. Di area Monas ini memang tidak sedikit anggota TNI mengerjakan olahraga,” kata Mayjen Eko.

Penyelidikan Tunggu Korban Pulih

Polisi masih mengerjakan pendalaman tergolong asal muasal granat asap tersebut. Penyelidikan masih menantikan korban diasuh di RSPAD.

Olah lokasi kejadian perkara (TKP) pun sudah dilaksanakan dan ditetapkan selesai. Garis polisi pun sudah dimulai kembali.

Pantauan di lokasi, petugas labfor tampak membawa hasil olah TKP dan serpihan yang diperkirakan berasal dari granat asap. Ceceran darah korban masih tampak jelas di lokasi. Saat ini, area Monas telah kembali dimulai untuk umum. Jalanan di sekitarnya pun kembali normal dan dapat dilalui kendaraan.

“Untuk kini sudah disisir enggak terdapat lagi (granat) anda sisir telah enggak ada. Jadi saya imbau tidak boleh khawatir, saya dengan Pangdam saya amankan tidak boleh khawatir,” ujar mantan asisten perencanaan (asrena) Kapolri, ini.

Polisi meyakinkan tidak ada penambahan pengamanan di dekat Jalan Medan Merdeka sampai Istana Negara pasca-ledakan granat di Monas. Ledakan terjadi di lokasi sisi unsur utara Monas, tepat berseberangan dengan Kantor Kementerian Dalam Negeri.

“Tidak ada, granat asap tersebut kan dapat dipegang siapa saja laksana dalmas laksana itu,” pungkas Irjen Gatot.

Kesaksian Warga

Salah satu saksi mata mendengar bunyi dentuman keras di Monumen Nasional (Monas). Dia ialah Pegawai Unit Pengelola Kawasan (UPK) Monumen Nasional (Monas), Desi Arisandi (27).

Desi mendengar bunyi dentuman selama pukul 07.05 WIB. Saat tersebut dia tengah berjaga menantikan pengunjung yang berkeinginan masuk ke area Monas. Jarak antara sumber ledakan dengan Kantor UPK Monas selama 200 meter.

Desi tak mengira bahwa ledakan berasal granat asap. Yang terpikir ialah orang terjatuh.

“Saya kira orang loncat dari atas,” ucap dia, Agent Domino

Desi menuturkan, dampak insiden tersebut waktu operasional Monas sempat tertunda sekitar dua jam.

“Biasanya jam 08.00 WIB telah buka tapi sebab ada kejadian ini buka jam 10.00 WIB,” ucap dia.