Pengadilan !!! Hakim Tidak Menanggapi Permohonan Musisi Ahmad Dhani

by -232 views

Jagoberita Musisi Ahmad Dhani berharap tuntutan hukum atas kasus dugaan ujaran kebencian yang menjeratnya tidak melebih mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Ahmad Dhani Sekarang beralasan apa yang dilakukannya itu tidak separah seperti Ahok lakukan. Sehingga mengundang banyak massa protes ke Jakarta.

“Saya sangat memohon kepada jaksa supaya tuntutannya jangan lebih dari pada Ahok,” pinta Ahmad Dhani dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (5/11).

Mendengar permintaan Ahmad Dhani tersebut, salah satu hakim anggota sempat menyunggingkan senyum. Tetapi, Kasian ya tidak ada yang menanggapi permohonan suami Mulan Jameela itu.

Selanjutnya, di hadapan hakim, Dhani bersumpah bahwa cuitannya ditujukan untuk semua orang dan tidak terbatas pada golongan, agama, suku, atau ras tertentu. Oleh karena itu, Ahmad Dhani masih meyakini apa yang dia lakukan itu tidak salah. Jika tidak salah kenapa anda memohon kepada pengadilan supaya hukuman anda tidak sama seperti ahok yang sudah anda zolimin.

“Saya bermubahalah tadi di depan Hakim dan jaksa bahwa apa yang saya tulis itu untuk semua. Sebenarnya enggak perlu bersumpah, di dalam redaksinya pun siapa saja pendukung agama. Berarti, siapa saja, agama apa saja. Tadi, dalam persidangan saya ditanya bajingan, sebenarnya salah. Harusnya penjahat, bukan bajingan. Saya mau tulis hukum gantung, saya takut kena pidana. (kata) Meludahi itu adalah kata-kata yang paling pas,” papar Dhani pada awak media usai persidangan.

Diketahui, Ahmad Dhani terancam hukuman 6 tahun penjara. Sebab, didakwa oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) melanggar pasal 28 ayat 2 Jo Pasal 45 ayat 2 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik atau ITE. Selain itu, Ahmad Dhani juga terancam denda Rp 1 miliar.

Ahmad Dhani didakwa melakukan ujaran kebencian melalui cuitannya di Twitter tanggal 6 Maret 2017, pukul 14.59 WIB yang mengatakan ‘siapa saja mendukung penista agama adalah bajingan yang perlu diludahi mukanya dan sekarang apa yang anda buang dan anda jilat kembali.

Sedangkan, terhadap Ahok diketahui divonis dua tahun penjara karena dinyatakan terbukti menodai agama. Vonis tersebut lebih tinggi dari tuntutan jaksa, yakni setahun dengan dua tahun masa percobaan.