Kisah !!! Lima Orang Sukses Tahun 2010 Dari Kabupaten Boyolali

by -253 views

Jagoberita Boyolali adalah sebuah kabupaten di Jawa Tengah. Letaknya di perbatasan dengan Semarang, Sragen, Salatiga dan Grobogan. Nama Boyolali mendadak jadi perbincangan belakangan ini. Boyolali Sekarang jadi perbincangan di karenakan orasi capres no urut 2 di boyolali yang menghina tampang tampang masyarkat boyolali tidak sanggup masuk hotel berbintang di jakarta.

Data pada 2010, jumlah penduduknya hampir 1 jiwa. Siapa sangka, daerah yang dikenal dengan kota susu itu melahirkan banyak tokoh-tokoh hebat di Indonesia. Siapa saja mereka? Berikut daftarnya:

1. Jenderal TNI Mulyono
Saat ini Mulyono menjabat Kepala Staf TNI Angkatan Darat. Dia ditunjuk sebagai KSAD ke-31 menggantikan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo yang dimutasi menjadi Panglima TNI. Sebelum menjadi Kepala Staf TNI AD, Mulyono terlebih dahulu menjalani pendidikan di Akabri dan berdinas di Yonif 712 Kodam VII/Wirabuana sebagai Komandan Peleton (Danton), Komandan Kompi (Danki) hingga Pasiops.

Lalu pada 10 Mei 2011 ia mendapatkan amanah menjadi seorang Brigadir Jenderal yang menjabat sebagai Direktur latihan di Kodiklat TNI AD. Beberapa bulan menjabat sebagai Dirlat, ia bergeser menjadi Direktur Doktrin Kodiklat TNI AD.

Setelah 20 tahun kemudian, ia mendapat jabatan sebagai Mayor Jenderal TNI sebagai Wakil Komandan Kodiklat TNI AD. Kemudian ia hijrah ke Jakarta untuk menjabat sebagai Asisten Operasi Kasad pada 2013 lalu.

2. Sutopo Purwo Nugroho
Sutopo Purwo Nugroho saat ini menjabat sebagai Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dia merupakan alumni Universitas Gajah Mada dan Institut Pertanian Bogor. Ia bekerja di pemerintahan sebelum ia akhirnya ditempatkan di BNPB pada 2010 sebagai Direktur Pengurangan Risiko Bencana.

Setelah lulus kuliah saat itu, Sutopo mulai bekerja di BPPT pada 1994. Kemudian ia naik pangkat ke Peneliti Senior Utama (IV/e). Ia juga membantu BNPB sebelum bekerja secara penuh di sana pada Agustus 2010.

Awalnya, ia bekerja pada Direktur Pengurangan Risiko Bencana. Kemudian ia menjadi Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat di November pada tahun itu.

3. Susilo Siswoutomo
Pria kelahiran Boyolali, 4 September 1950 ini pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia pada 2013 menggantikan posisi Rudi Rubiandini.

Dia merupakan lulusan Mechanical Engineering-Solar Refrigration Institut Teknologi Bandung angkatan 1970. Susilo aktif wajib latih mahasiswa (wajib militer) dengan menjadi instruktur pada 1982-1973. Susilo setelah lulus dari ITB langsung bekerja di Mobil Oil Indonesia (sekarang ExxonMobil Oil Indonesia) dan ditempatkan di Medan. Sambil bekerja, pada 1977-1979, ia aktif menjadi dosen di Universitas Sumatera Utara dengan mengajar teknik mesin.

4. Widodo Adi Sucipto
Widodo AS sempat menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Indonesia (Menkopolhukam), dari 2004 hingga 2009 di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dan Menteri Dalam Negeri ad interim pada 2007.

Widodo AS juga seorang Laksamana pertama yang menjadi figur nomor satu di TNI pada masa kekuasaan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Dia juga pernah menjabat sebagai Panglima TNI pada 19992002.

5. Yoyok Hery Wahyono
Pria berusia 45 tahun ini merupakan pengusaha Indonesia. Yoyok adalah pemilik Waroeng Spesial Sambal yang sudah memiliki 81 outlet di 36 kota dengan 3,600 orang pegawai.

Awalnya dia merupakan mahasiswa Fakultas Teknik UGM namum berhenti dan mulai membuka warung tahun 2002 di Yogyakarta atas dasar kesukaannya memasak terutama sambal.

Secara perlahan, warungnya terus berkembang sampai menjadi besar. Menu yang ditawarkan adalah 28 sambal dengan nama unik juga terdapat menu khas Jawa Tengah. Ia juga kerap memberi bimbingan untuk Usaha Kecil dan Menengah dan memberi ceramah.

Berikut Lima Orang Sukses yang Ada Di Kabupaten Boyolali. Akibat Orasi Capres Nomor Urut Dua Dengan Membawa Nama Masyarkat Boyolali Tidak Sanggup Masuk Hotel Berbintang Lima Di Jakarta, Karena Tampang Tampang Orang Susah.