Buat Para Penghujat, Tolong Pakai Logika, Ucapan Agnez Mo Mana Yang Dianggap Salah?

by -3 views
Buat Para Penghujat, Tolong Pakai Logika, Ucapan Agnez Mo Mana Yang Dianggap Salah?

JagoBerita – Pernyataan biduan Agnez Mo ketika diwawancarai dalam suatu program televisi di Amerika Serikat (AS) menuai sekian banyak kontroversi di tengah publik Indonesia.

Pernyataan dia yang menyinggung bahwa dirinya tidak mempunyai darah Indonesia dirasakan oleh sejumlah publik tidak cukup tepat, sebab tidak menggambarkan semangat keindonesiaan.

Sejarawan Indonesia Bonnie Triyana menyaksikan masalah ini dari sudut pandang yang berbeda. Berdasarkan keterangan dari dia, tidak terdapat yang salah dengan apa yang dikatakan oleh Agnez Mo ketika itu.

“Kalau dia ngomong secara (konteks) biologis ya memang tidak terdapat yang salah dengan pengakuan itu,”.

Sebagai bangsa yang majemuk, Bonnie melafalkan bahwa Indonesia tidak dibulatkan dengan ikatan darah. Kata alumnus Universitas Diponegoro (Undip) itu, Indonesia sebagai identitas kebangsaan baru hadir pada mula abad ke-20.

“Yang menjadi masalah ialah ketika dia unik diri, memisahkan seolah dia orang yang asing di tengah masyarakat Indonesia,” ujarnya.

“Indentitas orang kan tidak semata-mata genetik. Identitas orang kan tidak semata-mata ciri-ciri biologis fisik, mata sipit, badan warna, kulitnya kuning bukan begitu. Itu kan salah satu hal aja ciri-ciri fisik.

Tidak menilai dia yang sesungguhnya menggambarkan identitas dia. Kan, terdapat soal kultural yang ikut menyumbangkan identitas seseorang dan identitas Indonesia sendiri, kan, konstruksi politik,” ucap dia.

“Semestinya enggak begitu. Menjadi orang Indonesia, kan, bukan berarti ketinggalan zaman atau gimana,” ujarnya.

Konsepsi Keindonesiaan

Berdasarkan keterangan dari Bonnie, bangsa Indonesia bertolak belakang dengan bangsa lainnya. Konsepsi kebangsaan Indonesia disusun menurut nilai bukan darah. Hal ini sebab bangsa Indonesia terdiri dari pelbagai suku bangsa.

“Karena konsep nationality-nya tersebut nasionalisme modern. Bukan lagi kesamaan-kesamaan yang sifatnya sempit ya kaya keserupaan agama, keserupaan ras,” papar dia. Agent Domino

“Tapi lebih untuk konsensus bersama. Jadi, kaya semacam social contract gitu loh. Ada hukum yang mengatur tersebut juga,” ucap dia.

Berdasarkan keterangan dari Bonnie, konsepsi Indonesia pun didasarkan pada komunitas terbayang. Ia tidak didasarkan pada interaksi keseharian antaranggotanya.